tugas

Judul Buku: BUKU AJAR FIKH WARIS
Penulis: Hj. Wahidah
Penerbit: IAIN ANTASARI PRESS
Tahun terbit: Cetakan I, Desember 2014
Tebal: 164.hlm

Hukum waris merupakan salah satu hukum fikih dalam islam . Dalam keadaannya karena berbagai perbedaan kondisi masalah waris seringkali menyebabkan masalah dalam perhitungannya . Untuk itu para ulama melakukan itijad guna mencari solusi dari permasalahan ini . Pada bab 2 dibahas bahwa ‘Aul dan Radd adalah dua kasus kewarisan hasil produk itijad para furaqa dalam kaitannya dengan operasional metode perhitungan. Kasus aul merupakan penyelesaian / solusi terbaik dalam menyelesaikan kasus kekurangan harta warisan . Atau sebaliknya pada kasus radd , cara – cara pemecahannya (sebagai rambu yang harus diperhatikan). Pada kasus aul  dalam hal seluruh ahli waris memperoleh bagian harta warisan berdasarkan ketentuan lebih besar dari kesatuan harta warisannya .Berarti bahwa jumlah pembilang lebih banyak dari penyebut dalam ganda persekutuan kecil . Pengertin yang lebih ringkas dinyatakan dengan “ Kasus kewarisan yang angka pembilangnya lebih besar daripada penyebutnya “ atau pengurangan secara berimbang. Aul ini belum pernah timbul , ini berarti bahwa pada masa – masa ini kemungkinan besar memang tidak didapati peristiwa kematian dengan meninggalkan struktur kewarisan seperti yang terdapat dalam masalah – masalah aul . Atau boleh jadi karena pada masa – masa itu tidak ada kasus yang menuntut penyelesaian secara aul . Sedangkan radd dalam hal ini adalah pengembalian apa yang tersisa dari bagian dzawil furud nasabiyah kepada mereka sesuai dengan besar kecilnya bagian mereka bila tidak ada orang lain yang berhak untuk menerimanya. Masalah radd merupakan kebalikan dari masala haul yang terjadi apabila pembilang lebih kecil daripada penyebut yakni dalam pembagian warisan terdapat kelbihan harta setelah ahli waris ashabul furudh memperoleh bagiannya . Cara Radd ditempuh untuk mengembalikan sisa harta kepada ahli waris seimbang dengan bagian yang diterima masing – masing secara proposional

Pada Bab 3 ini , buku ini membahas tentang masalah – masalah istimewa / khusus dalam kewarisan islam . Kasus ini salah satunya disebut Gharawain , contoh kasusanya dalam ketentuan ibu menerima 1/3 bagian , tetapi kenyataannya ia menerima ¼ atau 1/6 bagian dari harta peninggalan . Yang kedua yaitu kasus musyatarikah . Kasus musyatarikah dapat dijabarkan bahwa pembagian harta warisan dimulai dengan memberikan kepada ashabul furudh akan hak – haknya , kemudian baru kepada waris kelompok ashobah . Namun demikian , ternyata terpang dari kaidah aslinya dalam kasus yang dinamai dengan beberapa peristilahan yang dilatarbelakangi oleh beberapa riwayat / sejarah kejadiannya . yang ketiga kasus akdariyah yaitu salah satu dari masalah – masalah kewarisan khusus / istimewa , karena peraturan pembagiannya menyimpang dari ketentuan yang berlaku umum sepanjang ilmu faraidh , yakni bagian saudara perempuan kandung / seayah yang tadinya harus mendapat seperdua , tetapi karena adanya kakek yang dianggap seperti saudara laki – laki kandung / seayah , maka bagian untuk kakek harus duakali lipat (banyaknya) dari saudara perempuan kadung / seayah . Pada Bab 4  ini masalah yang dibahas adalah kewarisan kakek bersama saudara , dalam bab ini dibahas salah satu contohnya adalah kewarisan kakek bersama saudara . Persoalan ini sempat dianggap sebagai sesuatu permasalahn yang cukup rumit dalam perkembangan hokum waris islam , karena ia merupakan persoalan dua golongan keluarga nasabiyah dengan si mayit melalui jalur laki – laki yang sama , yakni ayah pewaris . Dalam hal ini , diambil sumber dalil dan alquran untuk menyelesaikannya . Pada bab 5 yang dibahas adalah kewarisan secara at taqdir . Contoh kasusnya seperti kewarisan anak dalam kandungan . Syarat sang bayi harus sudah berwujud , lahir dalam hidup dsb . Kasus lainnya seperti keluarga yang meninggal secara bersamaan tanpa diketahui urutan pihak yang meninggal tentunya menimbulkan permasalahan dalam hukum waris . Dalam islam istilah – istilah dalam masalah ini dikenal dengan Gharga , Hadma , dan Al Harqa . Terakhir Bab 6 membahas tentang kasus munasakhah / kewarisan turun temurun yaitu situasi atau kondisi yang salah seorang dari ahli waris meninggal dunia sebelum pembagian warisan . Apabila leadaannya demikian , hak orang yang meninggal itu atas harta waris berpindah kepada ahli warisnya

Comments are closed.